Mentega atau margarin? Mana yang paling sehat?

Untuk sarapan atau camilan sore, tidak ada yang lebih baik dari roti bagel dengan mentega! Atau dengan margarin? Entah karena jumlah lemaknya atau bahkan karena masalah kolesterol, banyak orang yang meragukan apa yang harus dikonsumsi saat memilih pendamping roti harian dan juga makanan menumis.

Meski serupa, perbedaan antara mentega dan margarin sangat bagus. Sementara yang pertama berasal dari hewani, mengandung kolesterol dan lebih banyak lemak jenuh, meskipun dianggap lebih enak karena berasal dari susu, margarin berasal dari nabati, tetapi memiliki lemak trans yang dihasilkan dari hidrogenasi minyak untuk meningkatkan konsistensinya. Ini bahkan telah dikaitkan dengan peningkatan LDL (kolesterol jahat).

Jadi, meskipun lemak terdapat dalam komposisi keduanya, bagi ahli gizi Caroline Codonho, mentega lebih baik karena mengandung lebih sedikit bahan tambahan kimiawi, yang memudahkan pencernaannya. Dan jika Anda berpikir bahwa versi ringan dari produk adalah jalan keluarnya, ahli gizi menjelaskan bahwa pengawet dan bahan kimia tambahan digunakan dalam jumlah yang lebih besar dalam komposisinya, yang membuatnya kurang sehat. Karena itu, rahasia mengonsumsi mentega dan margarin adalah tidak berlebihan.

Sedangkan untuk olahan yang menggunakan api, seperti memasak dan menumis, ahli gizi menunjukkan minyak zaitun atau mentega ghee sebagai pilihan ideal.

Alternatif sehat: mentega ghee

Versi mentega tradisional yang lebih sehat, ghee butter berasal dari India dan tidak lebih dari minyak mentega murni, di mana semua air, padatan dan racun dari lemak susu dan laktosa dibuang.

Selain tidak adanya laktosa, perbedaan utama antara ghee dengan mentega tradisional adalah tidak adanya garam dan kurangnya pendinginan.

"Saat laktosa dihilangkan, pencernaannya lebih mudah bagi sebagian orang. Selain itu, rasa ghee, jika dibandingkan dengan mentega tradisional, jauh lebih enak," kata Caroline.