Apa itu antinutrien dan bagaimana cara menghilangkannya dalam persiapan makanan

Pernahkah Anda mendengar tentang antinutrien? Mereka hadir dalam banyak makanan dan bisa berbahaya bagi tubuh, karena menghambat penyerapan mineral, vitamin, dan nutrisi penting lainnya. Untuk alasan ini, yang terbaik adalah mencari cara untuk menghilangkan (atau setidaknya mengurangi) jumlah jenis zat yang ada dalam makanan. Untuk membantu Anda dalam misi ini, kami telah memisahkan tip yang sangat sederhana tentang bagaimana menghindari antinutrien dalam persiapan makanan. Periksa!

Makanan apa yang memiliki antinutrien paling banyak?

Pertama-tama, penting bagi Anda untuk mengetahui makanan yang memiliki jumlah antinutrien terbesar - yaitu, makanan yang harus menjalani proses pembersihan yang lebih terperinci sebelum disiapkan. Biji-bijian, sereal, dan polong-polongan (seperti buncis, kedelai, buncis, kacang polong, lentil, gandum, jagung, dan oat), dalam hal ini, adalah yang paling menonjol karena kandungan antinutrisi yang berlebihan.

Selain itu, beberapa sayuran (seperti kentang dan terong) dan minyak sayur (seperti kacang-kacangan, chestnut, dan almond) juga memiliki zat yang harus dibuang. Oleh karena itu, idealnya adalah Anda berinvestasi dalam cara-cara persiapan yang membantu menghilangkan antinutrien dari makanan ini.

Nitrit, fitat, tanin, dan oksalat adalah antinutrien utama yang ditemukan dalam makanan

Tahukah Anda apa sebenarnya zat yang disebut antinutrien ini? Yang paling terkenal adalah lektin (ditemukan dalam kacang-kacangan dan sayuran seperti tomat dan paprika), gluten (ada dalam makanan dengan gandum), serta fitat, nitrit, tanin, dan oksalat (zat yang terutama terdapat dalam kacang-kacangan, sereal, kacang-kacangan) dan sayuran berdaun). Antinutrien ini, jika dikonsumsi berlebihan, dapat secara drastis menurunkan penyerapan mineral seperti kalsium.

Rendam makanan untuk menghilangkan antinutrien

Trik utama untuk menghindari antinutrien dalam makanan adalah dengan merendam makanan dalam waktu lama. Dengan demikian, mereka melepaskan kotoran dan zat berbahaya yang harus dibuang sebelum persiapan.

Anda mungkin pernah mendengar, misalnya, bahwa polong-polongan (seperti buncis dan kacang polong) menyebabkan kembung dan nyeri gas jika dimasak dengan cara yang salah - dan itu justru karena antinutrien. Namun, saat kita merendam makanan, masalah ini tidak terjadi, karena zat berbahaya dilepaskan.

Tip kami adalah selalu merendam kacang-kacangan, sereal, dan minyak sayur (yang meliputi gandum, oat, jagung, beras, chestnut, almond, dan kenari, misalnya) setidaknya selama 12 jam. Kemudian, cukup ganti air dan mulai menyiapkan - Anda bisa memasak, memanggang, dan menggunakan makanan dalam berbagai resep. Terserah kamu!

Memasak dalam air juga membantu mengurangi antinutrien

Selain merendam makanan, Anda juga bisa memasak dengan air untuk menghilangkan antinutrien sekali dan untuk selamanya. Ini adalah tip yang bagus, bahkan untuk mengambil lektin yang ada dalam kentang, terong, tomat dan paprika - dengan demikian, sayuran lebih bersih dan lebih sehat. Untuk biji-bijian dan biji-bijian yang basah, ingatlah untuk mengganti air dengan yang baru sebelum mulai memasak, ya?

Cuka bisa sangat membantu membersihkan sayuran

Merendam buah dan sayuran dalam cuka juga solusi yang bagus, lho? Produk ini membantu menghilangkan antinutrien dan kotoran yang ada dalam sayuran, membuatnya siap untuk persiapan salad dan resep lainnya. Selain itu, cuka mampu menghilangkan sebagian pestisida yang terimpregnasi dalam makanan sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. Inilah tipnya!